Jumat, 15 Mei 2009

So Real/Surreal


Penulis: Nugroho Nurarifin
Penerbit: GPU, 2008


The Story
Seorang cowok memutuskan untuk menjalani hidup sekali pakai, maksudnya di sini adalah dia memakai barang-barang hanya sekali pakai aja, mulai dari peralatan makan seperti gelas plastik dan piring styrofoam, sleeping bag, celana dalam kertas bahkan baju-bajunya pun hanya sekali aja dipakai trus langsung dibuang. Itu semua dia lakukan karena dia marah pada kenyataan hidupnya yang begitu pahit. Dia ingin membatasi interaksinya dengan kenyataan yang sifatnya jangka panjang karena menurutnya sesuatu yang bersifat jangka panjang berpotensi memberi rasa nyaman, dan kehilangan rasa nyaman akan mendatangkan sakit hati. Lewat internet (dalam hal ini adalah blog) lelaki itu berinteraksi dengan Nugroho Nurarifin (yupe, si penulisnya sendiri neh), penulis novel dan penulis naskah di Pantarei Communications, sebuah advertising agency di Jakarta.
Nugi (nama panggilan Nugroho) sendiri punya cewek bernama Anisa (panggilan sayangnya Gempol) yang melamar sebagai desain grafis di sebuah majalah baru milik Raymond, seorang pengusaha media yang sangat terkenal. Si Cowok Sekali Pakai (habis emang ada namanya sih) awalnya mengaku sebagai cewek bernama Bunga dan rajin meninggalkan komentar di blog Nugi. Nugi yang diam-diam punya keinginan untuk melakukan threesome mulai merasa penasaran dan pengin bertemu dengan Bunga. Sementara itu Gempol yang trauma diselingkuhin cowok2nya terdahulu mulai menaruh curiga dan memutuskan untuk melakukan aksi ‘balas dendam’ dengan cara menjalin affair dengan bosnya, Raymond. Bagaimanakah akhir kisah mereka berempat? Untuk tahu jawabannya, tentu aja hanya dengan satu cara yaitu baca sendiri novelnya he3.

Technical Opinion

Tema:
Cinta. Penulis bisa mengemas tema ini dengan menarik, yaitu dengan memakai gaya penulisan 4 point of view. Tiap tokoh mempunyai ciri khas sendiri-sendiri dalam bertutur, Nugi cowok banget, Gempol manja dan menggemaskan, Raymond penuh kharisma dan Si Cowok Sekali Pakai begitu traumatis dan skeptis menjalani hidup. Aku suka sekali membaca interaksi antara Nugi dan Gempol, natural banget.

Alur/Plot
Berdasar urutan waktu-Alur Maju yang diselingi flash back, terutama kisah masa lalu Si Cowok Sekali Pakai. Ternyata oh ternyata dia tuh masih ada ‘hubungan’ sama….ups hampir spoiler.
Berdasar jenis-
Lembut. Tidak ada hal-hal yang disembunyikan oleh sang penulis, sejak awal udah ditunjukkan kalau ada tokoh yang gay, biseksual. Hampir nggak ada kejutan dalam novel ini, kisahnya mengalir gitu aja.

Berdasar sifat-
Tertutup. Ending untuk tiap tokohnya emang macem-macem, ada yang sad, jengkel, penasaran. Nggak begitu berkesan sih buatku endingnya karena udah bisa kutebak bakal berakhir kayak gimana nasib para tokohnya.


Personal Opinion
Awalnya yang bikin aku tertarik sama nih novel adalah gaya hidup Si Cowok Sekali Pakai itu, kok bisa sih ada orang kayak gitu. Nih orang bisa jadi egois banget ya, emang dia nggak pernah denger apa yang namanya pemanasan global? Di saat yang lain pada berlomba-lomba menerapkan recycle lifestyle, eh dia malah seenaknya bergaya hidup sekali pakai. Kok aku jadi ngomongin lingkungan yak…? Oke back to the novel, kalau dari segi cerita sih menurutku lumayan lah. Nggak ada sesuatu yang baru namun gaya penulisan 4 point of view-nya itu yang bikin menarik, buat yang pengin belajar gaya menulis seperti itu, novel ini cukup pantas untuk dicontoh.

Plus Minus Point
Judulnya keren dan earcatching banged. Desasin covernya yang berupa gambar tumpukan piring styrofoam dan sendok-sendok plastik itu sudah pas. Warna abu-abu yang mendominasi cover memberi kesan simple, modern dan soft namun kalau dipajang di rak buku kurang eyecatching, aku aja pas nyari-nyari di toko buku agak kesulitan untuk menemukannya. Ikut masuknya sang penulis dalam cerita ini emang cukup nyeleneh dan bikin novel ini makin menarik.

Fave Things

Character:
Nugi. Sebagai cowok dia tuh easy going, suka tantangan dan orangnya asyik buat temenan. Apakah mungkin ini citra diri sang penulis yang sebenarnya?
Scene: Saat-saat Nugi dan Gempol having quality time, lucu dan seneng aja gitu bacanya. Terlepas dari gaya hidup mereka yang seks bebas itu, mereka berdua bener-bener pasangan yang serasi and gokil. Quote: Nggak ada orang yang bisa bahagia karena hidupnya penuh dengan ketakutan. Hidup melawan realita seperti itu hanya memancing kenyataan untuk membalas dengan lebih keji.(hlm 171)

Di sinopsis yang ada di back cover disebutin kalau keempat tokoh dalam So Real/Surreal ini terdiri dari dua tokoh nyata dan dua tokoh fiksi. Tebakanku sih sudah pasti mengarah pada Nugi dan Gempol sebagai tokoh nyata karena di halaman depan ada kalimat persembahan yang bunyinya gini: To the world’s greatest wife, Anisa. Trus apakah cerita dalam novel ini juga merupakan kisah nyata ataukah hanya sebagian aja…? Hanya Tuhan dan Mas Nugi aja yang tahu jawabannya.


2 komentar:

  1. kayanya buku ini bakal jadi pelengkap koleksi buku gw yang berthema gay. thx buat sinopsisnya.

    BalasHapus
  2. sama-sama.
    btw saya juga baru saja menulis buku yang kedua, judulnya Partisi Hati.
    berikut site-nya: http://partisihati.multiply.com

    BalasHapus