
Penulis: Tere-Liye
Penerbit: GPU, 2006
The Story
Berkisah tentang persahabatan enam orang cowok yang dipersatukan oleh persamaan huruf pertama nama masing. Yang pertama A. James, di buku disebutin kalau huruf A di depan itu tidak ada kepanjangannya. Just A aja. Lalu ada Azhar Kuntoaji (Azhar), Adi Surya (Adi), Ari Nur Rahman (Ari), Ahdi Ardli Budi Asmoro (Diar) dan Anandito Budi Nugraha (Dito).
Mereka berenam mempunyai tabiat yang bermacam-macam, James terkenal playboy, Azhar pemalu tapi terkadang suka nekat, Ari yang cerdas namun agak pendiam, Adi yang dewasa, Diar yang suka bercanda dan Dito yang selengehan. Meski begitu persahabatan mereka tetap terjalin dengan baik hingga mereka memasuki dunia kerja. The Gogons sendiri adalah nama gang mereka yang berasal dari kebiasaan mereka memanggil satu sama lain dengan kata pengganti Gon.
Setiap anggota The Gogons mempunyai permasalahan sendiri-sendiri. Yang pertama, perjumpaan James dengan gadis cinta masa kecilnya yang bernama Weni di pesawat terbang saat perjalanan pulang dari pernikahan Adi dengan Made di Bali. Namun sayangnya James lupa menanyakan alamat atau sekedar nomer HP-nya yang kemudian membuat James penasaran dan mencari segala informasi yang tentang Weni.
Sementara itu Azhar mempunyai masalah percintaan yang menggelikan, dia tidak berani mengungkapkan rasa sukanya pada tetangganya sendiri yaitu Dahlia. Ironisnya di saat Azhar sudah menyatakan cintanya, sebuah petaka menimpa mereka berdua.
Lalu ada Diar yang tak pernah mendapat pengakuan dari keluarga dan juga punya masalah dengan kadar gulanya yang cukup tinggi hingga dia divonis dokter mengidap Diabetes yang parah. Ari yang mempunyai masa lalu yang gelap akibat perceraian kedua orang tuanya dan Dito yang tergila-gila pada cewek Ausie bernama Savana dan terjebak dalam sindikat narkoba. Lalu benarkah tidak ada hubungan dari semua masalah yang sedang mereka hadapi itu? Dapatkah mereka mempertahankan persahabatan mereka yang sedang diuji oleh berbagai macam masalah yang cukup pelik itu? Kenapa Weni selalu hadir di setiap musibah yang menimpa anggota The Gogons?
Personal Opinion
Alasan pertama aku tertarik membeli novel ini karena sejak dulu aku emang suka sekali membaca kisah-kisah tentang persahabatan. Apalagi setelah membaca sinopsis di back covernya yang cukup menarik dan membuat penasaran. Dan pilihanku emang tidak salah, The Gogons mampu menyajikan kisah yang seru, mengharu biru dan nggak membosankan mulai dari awal hingga akhir cerita. Ada satu bagian cerita yang cukup menyentuh yaitu saat Ari mengungkapkan kekecewaannya pada Diar yang udah desperate dengan penyakit yang dideritanya. Jujur, aku sampai menitikkan air mata karena emang kalimat-kalimatnya tuh menyentuh banget.
Technical Opinion
Tema: Emang sih umum banget tema yang diangkat yaitu tentang cinta dan persahabatan. Tapi Tere-Liye memberinya berbagai macam bumbu, mulai dari psikologi, misteri dan sedikit action sehingga nggak sampai jatuh membosankan.
Alur/Plot:
Berdasar urutan waktu-Sekitar 98 persen memakai Alur Maju, ada sih beberapa kali flash back namun nggak sampai bikin bingung kok. Gampang banget diikutin jalan ceritanya.
Berdasar jenis-Ledakan. Konflik yang diciptakan banyak banget dan masing-masing mempunyai kekuatan yang cukup berimbang. Tapi memang di buku pertama ini, yang menjadi pusat cerita dan pembawa ‘bom’ adalah James dan kisah cintanya dengan Weni. Penulis tahu benar kapan menekan tombol pemicu dan memberikan cukup banyak kesempatan bagi pembaca untuk ‘menikmati’ efek ledakannya tersebut.
Berdasar sifat-Campuran antara Terbuka dan Tertutup. Ada konflik-konflik yang sudah terselesaikan namun konflik yang masih mengambang dan mengundang rasa penasaran juga nggak kalah banyak. Novel ini dari awal emang kayaknya mau dibikin serial jadi wajar jika ada konflik-konflik yang dibiarkan tak terselesaikan di akhir cerita. Namun sayangnya, sampai sekarang lanjutan The Gogons ini belum terbit-terbit juga.
Plus Minus Point
Yang menjadi keunggulan dari novel ini menurutku adalah kemampuan Tere-Liye menyajikan dengan detail dan meyakinkan gangguan psikologis yang dialami tokoh-tokohnya, kita sebagai pembaca secara tidak langsung mendapat ilmu tentang dunia psikologi tanpa merasa digurui.
Kekurangannya dari segi bahasa dan diksi aja sih, dengan tokoh-tokoh utamanya yang cowok semua itu harusnya novel ini bisa tampil lebih garang dan berkharisma. Untuk desain cover lumayan lah, sudah cukup mewakili. Walaupun sebenarnya kurang cocok kalau pake gambar kartun kayak gitu, ya itu tadi, kurang garang dan cool aja liatnya.
Fave Character: Weni. Posisinya yang berada di antara dua sisi yang berlainan emang keren abies, di satu sisi sebagai cewek pujaan James namun di sisi lain sebagai femme fatal. Ditambah lagi dengan masa lalunya yang suram banget dan kehadirannya yang penuh misteri.
Buat kalian yang pengin tahu lebih dalem lagi apa itu arti sebuah cinta dan persahabatan, novel The Gogons inilah jawabannya. Banyak banget pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari kisah-kisah yang ada di dalamnya. Nggak rugi deh pokoknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar