Rabu, 13 Mei 2009

Bintang Bunting


The Story

Adalah Audine, seorang wanita yang tidak bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan di dalam hidupnya. Akibatnya dia selalu merasa bingung dan tertekan menjalani kehidupannya, apalagi gara-gara kelainannya itu dia sampai harus kehilangan pekerjaannya. Bahkan belakangan ini kehidupan rumah tangganya bersama Adam juga mulai mengalami goncangan. Untunglah ada Raeli, sahabat yang selalu setia mendengarkan curhatannya dan Mada, seorang peramal yang membantunya mengatasi kelainannya tersebut. Untuk bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan, Audine akhirnya membuat satu garis penanda manakala mengalami kejadian-kejadian yang aneh.

Seiring dengan kejadian-kejadian aneh yang dialamai Audine, garis penanda itu membentuk gambar sebuah bintang. Bintang demi bintang tergambar namun Audine masih saja belum mampu keluar dari masalahnya. Hingga akhirnya gambar bintang itu menunjukkan suatu kenyataan yang sama sekali tidak terduga. Suatu kenyataan yang sangat menyakitkan dan lebih buruk dari mimpi-mimpi buruknya selama ini.

Personal Opinion

Valiant masih menunjukkan kepiawaiannya membuat cerita yang mampu mengecoh pembaca melalui novel keduanya ini. Jalinan cerita di dalam BB (uhm…baru nyadar singkatan BB ini juga pernah dibahas sang penulis di salah satu blognya, tapi beda topik) cukup membuatku penasaran sehingga lembar demi lembar kulalui tanpa terasa membosankan. Valiant bisa mengemas tema yang sebenarnya sudah ‘basi’ menjadi sebuah cerita lebih segar dan menarik. Sok tau gue aja nih, ada beberapa info personal yang berkaitan dengan diri penulis yang (sengaja) dimasukkan sebagai karakter tokoh-tokohnya. Misalnya: Audine yang punya obsesi tinggal di Istanbul, Raeli yang punya kebiasaan mencuci tangannya sebanyak 7 kali.

Technical Opinion

Tema: Seperti yang kubilang di atas tema yang diangkat dalam BinBun sebenarnya sudah bukan hal baru lagi yaitu masih seputar cinta, cinta dan cinta.

Berdasar urutan waktu-Alur Maju dan sedikit flash back yang memberikan informasi tambahan tentang para tokoh-tokohnya. Misalnya aja, pertemuan pertama Audine dan Adam, Audine dan Mada, masa remaja Raeli yang emang dari sononya udah seneng dengan dunia kecantikan.

Berdasar jenis-Ledakan. Ledakan di BinBun emang nggak sedahsyat di Joker tapi kelebihannya ledakan itu dibuka saat cerita sudah 75 persen sehingga pembaca bisa ‘menikmati’ efek ledakan itu lebih lama.

Berdasar sifat-Tertutup. Valiant mengakhiri cerita dengan manis dan memuaskan pembaca dimana Audine akhirnya bisa menyelesaikan persoalan mimpinya itu. Yang masih menjadi tanda tanya buatku (juga buat Audine sendiri) kenapa si Mada sampe bela-belain menjadi peramal hanya demi seorang…ups keceplosan, ntar malah jadi spoiler. Apakah karena cinta (nafsu juga kali ya he he he) atau hanya iseng belaka? Mungkin yang bisa menjawabnya hanya si Mada sendiri aka sang penulisnya sendiri.

Plus Minus Point

Judulnya ‘nipu’ banget, pasti banyak pembaca yang mengira bahwa novel ini bercerita tentang seorang cewek bernama Bintang yang hamil di luar nikah. Tapi justru di situ kelebihannya, judul Bintang Bunting bikin penasaran dan earcathcing. Trus desain covernya juga keren, woman banget, cocok deh ama ceritanya.

Cerita tentang seluk-beluk pekerjaan Raeli di salonnya begitu detail dan deskriptif, ada dua kemungkinan kenapa Valiant bisa melakukannya dengan baik. Pertama dia emang melakukan survey yang cukup mendalam sebelum menulis BinBun, atau jangan-jangan dia emang pelanggan setia salon pijat he3. Oh iya, diskusi tentang kematian sebenarnya cukup menarik tetapi porsinya yang terlalu banyak bisa membuat pembaca bertanya-tanya, sebenarnya fokus ceritanya tuh siapa? Audine ataukah Raeli.

Fave Things

Character: Uhm…nggak ada tokoh yang aku favoritkan sih di Binbun. Mungkin si Miss Bling-Bling kali yak he3. Walaupun penampilannya norak dan ngeselin banget, dia secara nggak langsung udah menjadi ‘dewi penolong’ bagi Audine. Oh iya, lagi-lagi sang fotografer Joseph (tokoh di novel Joker) muncul dan mengambil peran yang nggak bisa diremehin meski kehadirannya hanya sebentar.

Scene: Adegan ketika Audine melakukan aksi balas dendamnya, ada caci maki, ungkapan kemarahan, tamparan2…uugh…nggak tahu kenapa aku tuh suka banget kalau liat cewek2 berantem dan nunjukkin sisi liarnya.

Quote: Kadang kebencian datang seperti kamu membenci Angelina Jolie hanya karena kamu menyukai Jennifer Aniston. (hlm 121)

Ada satu pelajaran yang bisa kuambil dari cerita BinBun, ungkapan bahwa orang yang paling berpotensi menyakiti kita begitu dalam adalah orang-orang terdekat kita itu emang bener banget. Aku bukannya menghimbau kalian untuk parno atau curigaan sama orang-orang dekat kita, enggak sama sekali. Cuma kalau kita mencintai seseorang itu jangan terlalu berlebihan because who knows someday tuh orang malah nyakitin kita dan menjadi orang yang paling kita benci. Begitupun juga sebaliknya, jangan berlebihan membenci orang because who knows someday kita butuh atau secara nggak langsung ditolong sama tuh orang. Segala sesuatu yang berlebihan itu emang nggak baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar